facebook instagram
  • Home
  • About
  • Kata Anggi
  • Shop

Journal Anggi

ikatlah ilmu dengan tulisan


Bulan Juli ini saya kembali mengikuti Qur'an Journaling Challenge yang diadakan oleh @thequr'anjournal.id. Berbeda dengan QJ Challenge biasanya, kali ini yang dibahas dalam QJ Challenge adalah Surat Al Fatihah, dilakukan rutin selama 4-5 pekan (11 Juli-8 Agustus 2021) dan ada Live Tadabbur bareng Ustadz Ridho Abdul Fattah, Lc. Serunya lagi nih yang daftar QJ Challenge ini bahkan sampai 100 orang lebih, masya Allah...



Jadi cara 'main' di QJ Challenge kali ini adalah peserta melakukan tadabbur mandiri lebih dulu, lalu setor hasil tadabbur di IG kemudian peserta akan mendapat link live tadabbur bersama. Kesepakatan ini harus benar ditaati, mengingat live tadabbur tidak ada rekaman ulangnya. 



Pembukaan hari pertama, diawali dengan live tadabbur keutamaan Surat Al Fatihah dan pembahasan ta'awudz. Kita sering tuh ya baca Surat Al Fatihah ini tapi sayang banyak dari kita, termasuk saya sendiri, masih nggak paham kenapa sih kok harus banget baca Surat Al Fatihah? Kenapa nggak surat lain aja? Kalau sakit terus minum air yang dibacakan Surat Al Fatihah boleh apa enggak sih? Nah semuanya dibahas di sesi ini. Berikut hasil ringkasannya.




Selanjutnya para peserta melakukan tadabbur mandiri Surat Al Fatihah ayat 1 dan 2. Saya sendiri mencari sumber tafsir selain dari Qurano.com, saya juga mendengarkan kajian Ustadz Adi Hidayat, Lc, M.A. Berikut hasil tadabbur saya :





Ah saya sendiri jadi merinding saat mendengarkan kajian tentang QS Al Fatihah ayat 1 & 2 yakni Basmalah dan Hamdalah ini. Sungguh banyak sekali rahmat Allah yang Dia berikan pada saya, pada kita umat manusia. Bisa bernapas lega, mencium bau-bauan, ngerasain makan indomie, masih tinggal di rumah beratap dan beralaskan lantai, masih bisa ngeblog, main sosmed, dll. Rahmat Allah itu luas dan sangat banyak. Saking banyaknya hal-hal seperti itu sering kita anggap remeh, tul nggak? Seringnya kita itu ngejar yang belum kita miliki. Padahal heyyy syukuri dulu lah karunia-Nya yang luas ini. Dengan adanya pandemi seperti sekarang ini, semakin terasa bahwa ternyata bisa bernapas itu sangat berharga 😭😭😭😭 Ya Allah maafkan kami..





Kalau mau mendengarkan kajian QS Al Fatihah ini kalian bisa mampir ke Youtube :




Happy Journaling !
Anggi



Pernah kan kita mendengar cerita seperti ini. Ada yang orang tuanya alim ternyata anaknya berbuat maksiat. Ada yang istrinya istiqomah dalam ibadah tapi suaminya enggak. Ada yang anaknya ahli ibadah tapi orang tuanya murtad. Ada yang suaminya ibadahnya kenceng tapi istrinya malas sholat apalagi berangkat pengajian. Bahkan mungkin ada di antara keluarga kita yang kondisinya seperti itu. Jangan dinyinyirin yah genks. Kondisi seperti itu ternyata sudah tertuang dalam Al Qur'an, QS At Taghabun 64 : 14 lho..

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ مِنْ أَزْوَٰجِكُمْ وَأَوْلَٰدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَٱحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِن تَعْفُوا۟ وَتَصْفَحُوا۟ وَتَغْفِرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Ayat ini turun sebagai reaksi jawaban terhadap orang-orang yang nggak ikut berhijrah bersama Rasul. Ceritanya, ada di antara beberapa lelaki hijrah mengikuti Rasul tapi istri dan anaknya nggak mau ditinggalin. Mereka ngerasa berat ninggalin harta benda mereka di Makkah dan ngerasa nggak mampu menempuh perjalanan dari Makkah dan Madinah yang memang nggak ringan. Nah, orang-orang yang nggak hijrah itu menyalahkan istri dan anaknya karena mereka ngelihat teman-temannya dari perjalanan hijrah semakin bertambah ilmu dan akidahnya. Mereka kesel karena merasa sangat tertinggal jauh dari ilmu agama. Saking keselnya mereka sampai ingin memukul anak dan istrinya, maka turunlah ayat ini.

Kata "'aduw" berarti musuh ini bukan arti musuh sebenarnya yah, melainkan dari segi perbuatan yang menjadi penghalang dari jalan ketaatan beramal shalih, menjerumuskan pada perbuatan maksiat, perbuatan haram yang dilarang oleh agama. Pokoknya perbuatan yang melalaikan pasangan atau orang tuanya dari amal salih. Kenapa sih kok dibilang musuh? Karena tidak ada sesuatu yang lebih buruk selain upaya memisahkan seorang hamba dari ketaatan. Masya Allah...

'Musuh' di sini nggak cuma untuk anak dan istri yah, bisa juga suami atau anak. Kata azwaj dalam ayat ini mencakup kategori keduanya tanpa adanya bias gender sebagaimana terdapat dalam ayat manapun dengan susunan lafadz yang serupa.

Gimana ngadepinnya? Allah ngasih kita saran untuk tetap memaafkan mereka, tidak memarahi, tetap menyayangi, jangan bertindak kasar, jangan sebar aib pasangan atau anggota keluarga lain yang berbuat maksiat, jangan memenuhi semua keinginan yang membuat kita jauh dari Allah. Tetaplah saling menasihati dalam kebaikan. Intinya sabar dan tetap hati-hati. Sebaliknya kita juga jangan menjadi penghalang ketaatan pada anggota keluarga kita. Selalu berdoa pada Allah karena Dialah sebaik-baiknya petunjuk.

Tetap semangat ibadah dan tetap hati-hati yah :)

Wallahualam

Jogja, Juli 2021
Anggi
edit by Canva



Assalamualaikum..
Welcome July..
Meski masih diwarnai dengan berita pandemi yang entah kapan akan berakhir, tapi semoga goals bulan ini tercapai semua yah. Lebih baik kita fokus dengan kedisplinan, kesehatan fisik dan mental terutama untuk diri dan keluarga. Banyak cara untuk menjaga kesehatan mental yang dibutuhkan saat seperti ini. Salah satunya adalah dengan belajar Qur'an Journal yang menjadi topik utama di blog ini. Ngomong-ngomong buat yang masih bingung mau belajar tentang Qur'an Journal, berikut saya ulas komunitas Qur'an Journal di Indonesia.


Naminauna Institute

Naminauna Institute ini dipelopori oleh mbak Rusna Meswari, S.Km, M.Sc yang memiliki passion luar biasa terhadap people development dan juga Qur'an Journaling. Masya Allah. Saya mengenal Qur'an Journal pertama kali dari instagram mbak Una dan beliau cukup aktif membuka pelatihan kelas online Qur'an Journaling, mulai dari Journal Syukur (bagian dari Qur'an Journaling), Ramadhan Qur'an Journaling, Qur'an Journaling for Self Healing, dan Class Premium 40 hari belajar basic Qur'an Journaling secara tematik dan holistik. Beberapa kali saya mengikuti pelatihan beliau walau belum semua 😀. Energi beliau tuh ya, masya Allah deh... Walau kelas onlinenya malam hari pun masih terasa seperti pagi hihi sangat semangat membagi ilmunya. But, kelas online beliau ini masih terbatas untuk akhwat saja 😄

IG : @naminaunainstitute


The Quran Journal Indonesia

The Quran Journal Indonesia ini dimentori oleh mbak Ragwan Alaydrus, M.Ed. The Quran Journal ini juga rutin mengadakan Qur'an Journaling Challenge sesuai tema tertentu, baik di grup FB atau Instagram dan online workshop melalui zoom. Selain itu, kita juga bisa membeli softcopy khusus Qur'an Journal di sini. Komunitas ini juga sudah menerbitkan buku loh.. Di antaranya buku khusus Jurnal Al Qur'an dan yang terbaru buku Tadabbur with Us yang berisi tentang kumpulan tadabur para Qur'an Journalers, refleksi, motivasi sekaligus tips dalam tadabur dan Qur'an Journaling.



IG : @thequranjournal.id


Quran Journaling Malang

Komunitas ini digawangi oleh mbak Fitri Sudjarwadi. Komunitas ini merupakan komunitas belajar tadabur dan menulis jurnal Al Quran di Malang. Eh tapi selain dari Malang juga bisa ikutan loh di sini, contohnya saya 😁 Komunitas ini juga aktif mengadakan pelatihan Qur'an Journaling dan ilmu self development lainnya yang berhubungan dengan Al Qur'an. Mbak Fitri juga aktif membagi ilmunya di blog pribadi beliau, penikmatjaman.

IG : @qjmalang

Beberapa kali saya mengikuti kelas online dan Qur'an Journaling challenge dari komunitas tersebut. Alhamdulillah semakin menambah ilmu dan menumbuhkan kecintaan pada Al Qur'an. Seperti namanya, Al Qur'an adalah Asy Syifa' yang berarti obat atau penyembuh. Meski masih penuh dengan dosa, yuk ah jangan terlalu jauh sama Al Qur'an. Kalau kita bisa mentadaburinya apalagi penuh dengan kesungguhan, saya yakin akan meleleh dengan ayat-ayat cinta-Nya. Masya Allah 😭😭

Semoga postingan kali ini bermanfaat yah khususnya buat yang masih bingung untuk memulai tadabur Qur'an. Tinggal pilih aja salah satu komunitas di atas atau ikut semuanya juga boleh disesuaikan saja dengan waktu yang dipunya 😊

Wassalamualaikum,

Jogja, 3 Juli 2021
Anggi
 

Assalamualaikum,
Buat yang lagi bingung ngejournal dimulai dari mana, harus beli printilan estetik atau enggak, mungkin ini bisa jadi jawabannya.

Journaling is not only about fancy.

Kecuali buat kamu yang emang suka desain cute seperti yang ada di tiktok, dan kamu punya banyak waktu untuk itu.
Awalnya saya sendiri coba journaling dengan journal kit vintage yang super murah, tapi saya nggak punya kenyamanan dengan itu. Otak saya jadi overwhelmed karena lebih mikirin konsepnya daripada proses menulisnya 😂 Kan salah satu tujuan nulis adalah healing, nah ternyata otak saya nggak bisa dipaksa menggunakan sticker lucu-lucu (walau saya aslinya mau banget 😭) tapi otak saya malah jadi umup alias mendidih, ditambah waktu yang saya punya untuk kegiatan ini hanya sedikit karena kegiatan journaling ini saya lakukan sebelum atau sesudah saya beraktivitas domestik. Syukur aja deh kalau bangun subuh si anak belum bangun, kalau udah bangun ya udah buyar deh 😂

Jadi daripada saya pusing mikirnya, saya coba tulis di buku yang saya punya sebelumnya. Mikirnya lebih ke hemat aja sih, toh dalam Al Qur'an nggak boleh boros ya kan 😛 Berikut beberapa peralatan 'tempur' saya yang sangat minimalis :


DIY Notebook


Saya punya kertas samsons kraft untuk kirim paket, tapi sudah tidak saya gunakan lagi. Kemudian saya ingat kalau saya punya kertas bekas katalog lukisan kelas saya waktu jaman SMA. Iya, masih ada !! Dulu sekolah saya pernah mengadakan pameran lukisan siswa, tiap siswa diharuskan membuat katalog untuk para pengunjung dan saya mendapat bagian print 1 rim kertas. Lulus sekolahnya 2009, tapi kenangannya kertasnya tak pudarpun. Saya lupa nama kertasnya sih, lebih tebal dari Hvs tapi nggak setebal buffalo. Warnanya udah sedikit menguning karena memang 10 tahun lebih, malah kesannya jadi vintage. Berbekal tutorial Youtube, jadi deh DIY notebook ala saya.


Notebook ini saya isi dengan tulisan dari pikiran-pikiran saya. Saya suka menulis prosa dan puisi. Notebook ini tempat saya 'menumpahkan' puisi-puisi saya. Mungkin juga menjadi saksi bisu dari perasaan saya, eaaa.

Agenda Tahunan ex Perusahaan Ayah


Ayah saya dulu bekerja di perusahaan ini, dan mereka rutin memberikan agenda tahunan. Biasanya saya pakai untuk kuliah. Saya sudah nggak kuliah lagi dan agendanya masih ada, daripada disayang dieman ditimang, akhirnya saya pakai. Agenda ini agenda terakhir dari perusahaan ayah sebelum beliau pensiun. Nah, karena saya orangnya sangat sentimentil, saya nggak mau agenda ini dipakai nulis yang sia-sia. Jadi agenda ini saya pakai untuk Qur'an Journaling.


Ini pertama kali saya melakukan Qur'an journaling. Menjournal ala junk journal, dengan memanfaatkan sisa-sisa kertas yang ada. Kadang-kadang kertas struk belanja saya tempel di sini 😂

Binder A5


Binder ini awalnya saya beli karena ingin belajar menulis to do list. Tapi nggak terpakai karena anak saya saat itu masih batita, jadi masih nggak punya waktu luang untuk nge-set up bullet journal. Daripada nganggur, ya udah saya manfaatkan saja.


Binder ini saya isi dengan kertas dots A5 yang saya beli dekat rumah, murah cuma 6ribuan 😀 Saya menuliskan self healing dan self love journal di sini yang saya sebut Romantic Journal.

Binder B5


Binder B5 ini binder bekas kuliah saya 😂 Sampulnya saya hias dengan stiker favorit saya, Mas Hyun Bin dan Mbak Son Ye Jin couple kesayangan saya dan Day6 band korea favorit saya 😂 Mohon jangan judge saya yah, ini cuma polaroid biasa aja, aslinya saya nggak sebucin itu kok 😙. Saya mencatat review buku dan ilmu kajian yang saya dapat di binder ini. Don't judge book by its cover, sampulnya aja korea, isinya tetep bergizi 😁😁😁😁

Pulpen


Ini pulpen yang sering saya pakai untuk menjournal, kebanyakan warna hitam dan biru. Warna cokelat untuk menulis brain dump, karena warnanya nggak terlalu terang. Merk yang saya pakai Kokoro (biru dan cokelat) dan Kenko (hitam). Sebenarnya enak pakai Kokoro sih karena lebih empuk, dari harga emang agak lebih mahal Kokoro. Tapi karena Kokoro ini sulit didapat di toko daerah rumah saya jadi saya beralih ke Kenko. Pingin sih beli Kokoro set yang unyu dan set Sarasa vintage itu, tapi kembali lagi ke fungsinya ya kan.

Highlighter Pink

paling kanan ya

Highlighter ini murah, merk Vanco cuma 3ribuan. Beli warna pink soalnya saya suka pink 😂. Biasanya saya pakai highlighter untuk menandai yang penting, kadang juga untuk menghias aja kalau sempat.

Junk Paper


Junk paper ini beberapa adalah sisa dari journaling kit yang pernah saya beli dan kertas sisa lain yang saya temukan di antara guntingan-guntingan kertas anak saya 😂 Gambar bunga dan mawar putih itu adalah kartu pos yang belum sempat saya pakai. Saya dulu pernah bertukar kartu pos ke luar negeri tapi berhenti karena kendala perangko ke luar negeri semakin mahal, sehingga kartu pos saya masih banyak yang belum terpakai.

Kalau menurut saya journaling itu adalah sebuah proses. Ya ibarat lagi belajar. Bagi saya ilmu harus diikat dengan tulisan, entah belajar dari buku, kajian Youtube, webinar, dll. Nah salah satu cara asyik mencatat adalah dengan journaling dan berbagai art-nya yang sering kita lihat di Pinterest. Kembali lagi pada selera individu dan tujuannya. Bagi yang suka seni, seperti handlettering, sticker, scrapbooking atau lainnya sih silahkan. Tapi kalau yang nggak punya bakat di situ apalagi berbenturan dengan waktu ya udah skip aja, jadi minimalist journal aja 😂

Seiring berjalannya waktu, sekarang gaya penulisan journal saya lebih ke minimalist. Rasanya lebih lega di pikiran, lebih santai, ilmu lebih meresap di otak untuk saya 😁

Gimana, udah ada gambaran belum mau nulis di mana hihi..
Share yuk pengalamanmu dalam menjournal!
Semoga bermanfaat ya..

Wassalamualaikum..💜💜

Jogja, Juni 2021
Anggi
edit by Canva


Beberapa waktu lalu saya mengikuti kelas jurnal online Bunda Una tentang Romantic Journal. Dalam materi tersebut, sedikit dijelaskan bahwa salah satu cara memahami diri sendiri adalah dengan memahami bahasa kasih. Saya baru tau tentang bahasa kasih ini yang ternyata pernah dibahas di channel Youtube Dr. Aisah Dahlan, CHt bahkan beliau mengupas bahasa kasih ini mulai dari bahasa kasih kepada anak dan pasangan. Berikut saya rangkum sedikit tentang bahasa kasih anak dari Dr Aisah Dahlan, CHt.

Bahasa Kasih


Bahasa kasih adalah cara yang diungkapkan seseorang untuk mengungkapkan rasa kasih sayang dan cinta dalam dirinya kepada orang lain. 

Charge Bahasa Kasih


Ada 5 bahasa kasih yang kita punya :

  1. Kata pendukung/pujian --> tipe orang yang senang apabila mendapat ungkapan cinta atau pujian
  2. Waktu berkualitas bersama ---> tipe orang yang senang menghabiskan waktu bersama
  3. Sentuhan fisik ---> tipe orang yang mengartikan suatu hubungan dengan menunjukkan kasih sayang dengan cara sentuhan fisik misal mengusap kepala atau pelukan
  4. Pelayanan/melayani --> tipe orang yang senang apabila mendapatkan bantuan walau hanya bantuan kecil
  5. Menerima hadiah ---> tipe orang yang senang apabila seseorang memberikan sesuatu hal terhadapnya
ilustrasi gambar : https://psychology.binus.ac.id/


Ibarat Bahasa kasih adalah sebuah baterai, maka bahasa kasih ini bersifat harus diisi setiap hari. Apabila baterai ini tidak diisi dengan baik atau bahkan soak, maka akan menimbulkan penyimpangan perilaku yakni bahasa kasih yang terbalik. Bahasa kasih ini secara teori, menimbulkan rasa nyaman seseorang apabila berbanding lurus dengan baterai kasihnya. Bahasa kasih ini berhubungan dengan otak yang mengalir ke saraf. Bila baterai kasih diisi dengan tangki kasih yang pas, maka saraf-saraf mudah tergerak dengan baik.

Dalam hal ini kita membahas tentang bahasa kasih anak kan. Nah, jadi sederhananya, setiap anak itu punya baterai bahasa kasihnya sendiri, minimal punya dua bahasa kasih. Baterai bahasa kasih yang paling menonjol dan baterai kedua merupakan baterai cadangan. Baterai bahasa kasih ini harus diisi setiap hari. Jadi kita sebagai orangtua harus jeli memperhatikan bahasa kasih anak, demi rasa aman anak. Kalau tangki kasihnya nggak pas, anak akan merasa nggak nyaman sama orangtua, pada akhirnya akan menimbulkan penyimpangan perilaku.

Yuuk kita bahas satu-satu yah :

Baterai Kasih Bayi

Lima bahasa kasih untuk bayi hingga usia 3 tahun harus diisi setiap hari. Hadiah bisa diberikan dengan membuat makanan kesukaan anak. Nah, usia 3 tahun ke atas bisa dicari satu atau dua baterai untuk mengisi tangki kasihnya.

Baterai Anak dengan Kata-kata Pendukung atau Pujian

Kebiasaan :
Kebiasaan dari anak ini senang memuji, merayu orangtua dan mengapresiasi. Contoh sering mengucapkan terima kasih, rasa senang, baik  lisan maupun bahasa tubuh. 

Contoh :
Biasanya anak dengan tipe ini sering sekali memuji, "Mama cantik banget", atau selalu mengucapkan terimakasih tanpa disuruh.

Bahasa Kasih Terbalik :
Nah, apabila tangki bahasa kasih ini kosong, anak jarang bahkan nggak pernah dipuji orang tuanya, maka yang terjadi adalah anak suka mengejek orang lain. Sebabnya ialah kebiasaan buruk orang tua yang sering memarahi anak, padahal anak ingin mendapat pujian dan didukung.

Cara menasihati :
Orangtua perlu memberitahukan bahwa mengejek anak tidak baik tapi sampaikan dulu dengan kata-kata pendukung. Misal, Nak, ibu sayang kamu, kamu anak baik. Ibu senang kalau kamu menyayangi adek dan temanmu, ibu sedih kalau kamu mengejek adekmu atau temanmu.


Baterai Anak dengan Waktu Berkualitas 

Kebiasaan :
Kebiasaan anak yang sering tampak adalah anak suka mendampingi orangtuanya dalam melakukan sesuatu, misalnya ketika menonton Tv, merapikan barang atau membaca, si anak suka tiba-tiba 'nimbrung', ikut duduk di sebelah orangtua walau hanya duduk dan terkadang sesekali bertanya.

Contoh : 
Si anak suka mengerjakan sesuatu dengan bersama-sama

Bahasa Kasih Terbalik :
Apabila tangki kasih ini nggak diisi sama orangtua, anak akan senang menyendiri namun dengan hati penuh luka.

Cara menasihati :
Orangtua menemani si anak dulu kira-kira 15 menit lalu ajak anak berbicara dari hati ke hati. Lalu luangkan waktu dengan anak sambil melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama. Hindari memaksa anak untuk melakukan kegiatan, beri waktu tumbuh kemauan sendiri dari anak.

Baterai Anak dengan Sentuhan Fisik


Kebiasaan : 
Kebiasaan yang sering tampak adalah anak sering memeluk, mencium orangtua atau keluarga lainnya tanpa diminta.

Contoh :
Anak senang dipeluk, disayang, dicium, dielus kepala atau punggungnya.

Bahasa Kasih Terbalik :
Apabila baterai ini kosong, anak akan bersikap kasar, seperti suka mencubit, memukul, menggigit teman atau orang lain. 

Cara menasihati :
Apabila anak memukul, katakan bahwa orangtua tidak suka ia memukul temannya. Katakan sambil merangkul atau mengusap kepalanya. Ini akan membuat kebutuhan psikologisnya terpenuhi.

by Pixabay


Baterai Anak dengan Pelayanan


Kebiasaan :
Kebiasaan yang sering tampak adalah anak selalu sigap membantu orangtua.

Contoh :
Anak senang dilayani dan melayani. Anak senang apabila orangtua melayaninya tanpa diminta.

Bahasa Kasih Terbalik :
Apabila tangkinya tidak terpenuhi, maka anak tipe ini akan meminta dilayani namun dengan cara kasar, menjadi bossy dan sering membully temannya.

Cara menasihati :
Orangtua bisa membantunya tanpa diduga dan tanpa diminta. Misal katakan, "bunda senang bantuin kamu"

Baterai Anak dengan Menerima Hadiah


Kebiasaan :
Kebiasaan dari anak ini adalah senang memberi sesuatu walaupun buatan sendiri. Ia bisa menyimpang barang dengan sangat baik.

Contoh :
Anak ini senang diberi sesuatu. Ia ingin direspon hadiah pemberiannya dengan baik.

Bahasa Kasih Terbalik :
Anak dengan tipe ini akan menjadi pelit dan tidak suka berbagi apabila tangki bahasa kasihnya kosong.

Cara menasihati :
Orangtua bisa memberi hadiah untuk anak, misal katakan, "ibu sayang kamu, ini hadiah untukmu. Kamu lihat kan, setiap orang suka berbagi. Besok kalau ada teman yang meminjam barangmu, kamu kasih ya.."

Baterai Anak berdasarkan Tipe Kepribadian


Ada 4 kepribadian secara umum adalah plegmatis, melankolis, koleris, dan sanguinis. Kita juga bisa mendeteksi bahasa kasih ini dari tipe kepribadian tersebut. Menurut Dr. Aisah, berikut bahasa kasih berdasarkan tipe kepribadian :

Plegmatis ---> sentuhan fisik
Melankolis ---> waktu berkualitas
Koleris ---> Pelayanan
Sanguinis ---> Kata-kata pendukung

Bagaimana dengan bahasa kasih anak yang menerima hadiah? Hadiah ini menurut Dr Aisah, tidak spesifik di setiap watak.


Refleksi

Membahas bahasa kasih ini saya jadi ingat satu lirik lagu Ari Lasso berjudul Rahasia Perempuan, kira-kira gini lirik refff-nya, 

"..Sentuhlah dia tepat di hatinya, Dia 'kan jadi milikmu selamanya, Sentuh dengan setulus cinta, Buat hatinya terbang melayang..." 

Haha... Relate banget nggak sih? Kita bisa sentuh hati anak kita dengan bahasa kasih ini. Hal ini juga bisa menjadi refleksi kita sebagai orangtua, sudah jelikah kita dengan bahasa kasih anak kita dan mengisi tangki kasihnya? Jangan sampai perilaku anak jadi berbanding terbalik karena tangkinya nggak diisi pas. Misal nih, anak dengan bahasa kasih waktu berkualitas, tapi orangtua malah nggak mau ikut main sama anak, dideketin anak dikit malah sewot, nah ini malah jadi membuat anak malas dekat dan terbuka sama orangtua. Menurut Dr Aisah, kalau tangkinya nggak diisi penuh, nanti akan menumbuhkan luka yang biasa disebut dengan inner child.

Cara Saya Memahami Anak

Saya mengetahui kepribadian anak saya dari tes Stifin, hasilnya anak saya memiliki kepribadian Feeling Extrovert. Tipe ini memiliki kecerdasan Feeling yakni merujuk pada perasaan, dan pandai memahami orang lain. Tipe ini selalu butuh teman. Empatinya harus sering diasah agar semakin terlihat. Nah setelah saya mengetahui kepribadian anak saya, saya selalu menyentuh hatinya dengan cara memeluknya, mengatakan kata sayang, memahami perasaannya apabila ia badmood atau bahkan sedang happy. Semakin ia tumbuh besar, semakin terlihat bahwa baterai kasih anak saya adalah waktu berkualitas dan sentuhan fisik. Anak saya sering minta ditemani entah bermain, mandi dan aktivitas lainnya, setiap hari. Jadi, entah saya lagi rebahan dan anak saya minta main ya udah deh saya ngalah harus menemani dia bermain 😂 

So parents, memang menjadi orangtua itu harus banyak belajar yah.. Semoga kita selalu dimudahkan dalam mendidik anak. Anak adalah titipan-Nya, fitrahnya, apabila kita sudah dititipkan anak maka Allah mempercayai kita untuk menjaga amanah-Nya.

Video lengkap dari Dr Aisah Dahlan, CHt bisa dilihat di sini yah :



Jogja, 24 Juni 2021
Anggi

 

edit by Canva


Assalamualaikum...

Di postingan ini saya akan sedikit berbagi pengalaman saya mengaji online bersama Qur'an Call yang saya ikuti beberapa waktu lalu. Sebenarnya agak 'iseng' sih ikut program ini karena ketika saya follow beberapa akun instagram Qur'an, muncul akun Cinta Qur'an Call ini di akun disarankan, lalu saya klik akun tersebut. Ternyata akun ini menawarkan program pendampingan tahsin dan tilawah Al Qur'an yang dibimbing langsung Asatidz/ah Cinta Qur'an. Layanan ini pun tidak dipungut biaya. Langsung deh saya daftar. Mengingat bacaan tilawah saya masih kurang. Saya ingat sekali terakhir belajar tahsin ketika tahun 2019 sebelum saya hijrah ke Jawa. Setelahnya ada pandemi dan sampai sekarang saya belum menemukan ustadzah yang bisa membimbing tilawah dan tahsin di tempat tinggal saya sekarang. 

Tentang Cinta Qur'an Call

Cinta Qur'an Call adalah merupakan sub bagian dari Cinta Qur'an Foundation. Cinta Qur'an Foundation pada tahun 2013 merupakan lembaga bernama Yayasan Cinta Qur'an Global yang berkantor pusat di kota Bogor dan mempunyai maksud dan tujuan di bidang sosial dan kemanusiaan. Pada 2015, nama tersebut dipublish di publik menjadi "Cinta Qur'an Foundation". Lembaga ini mulai aktif memiliki target untuk perolehan dana Ziswaf (Zakat, Infaq, Waqaf) serta pematangan program-program unggulan yang akan disampaikan ke khalayak umum. Visi dari lembaga Cinta Qur'an Foundation ini adalah menjadi lembaga independen yang terdepan mendakwahkan Al Qur'an sebagai solusi dan inspirasi untuk negeri.

Nah Cinta Qur'an Call lebih fokus pada layanan tahsin melalui video call whatsapp atau zoom meeting. Cinta Qur'an Call ini menghadirkan pengalaman belajar memperbaiki bacaan Quran yang menyenangkan, semi-privat, dan juga memberikan peluang memperluas jaringan amal soleh. Ada dua bimbingan dalam program ini yaitu bimbingan personal (pribadi) dan bimbingan grup (secara berkelompok, sekitar 4-5 orang tiap kelompok). Masing-masing bimbingan tahsin dan tilawah maksimal 5 kali pertemuan di waktu yang telah disepakati bersama. 

Pengalaman Saya

Saya coba mengklik link di instagram @cintaqurancall dan tersambung pada formulir pendaftaran berikut :


Setelah beberapa hari, saya mendapat whatsapp dari ustadzahnya.


Waktu layanan tilawah ini dimulai dari jam 05.00 - 21.00 dan kita bisa bebas pilih mau jam berapa. Nah saya memilih jam 5 shubuh untuk menantang diri saya agar tidak tidur lagi setelah subuh 😂 Sok sekali ya kan. 

Seperti yang disepakati, ustadzah Khansa menelepon saya tepat di jam 5 subuh. Sayangnya sih, saya dua kali absen tidak mengangkat telepon beliau karena hp saya saat itu agak nge-lag faktor keberatan data 😭 Jadi dari 5 kali pertemuan saya hanya hadir 3 kali. Ustadzahnya sangat disiplin waktu dan sabar membimbing bacaan tajwid saya yang masih sangat banyak kurangnya. Setiap awal percakapan, beliau selalu menanyakan kabar saya, kemudian ditutup dengan suntikan semangat agar tetap terus tilawah Al Qur'an. Akhir pertemuan, beliau juga memberikan ebook tentang tajwid dan sedikit mereview bacaan di ebook tersebut. Sebenarnya saya sudah belajar tajwid tapi itupun jaman saya SD 😂 So, mereview ulang tajwid seperti ini sebagai bahan refleksi saya yang bahkan jarang atau hampir tidak pernah saya perhatikan lagi.


Alhamdulillah, berkat mengikuti tilawah online saya perlahan memperbaiki bacaan Al Qur'an saya. Oh iya Ustadzah Khansa memberi saran saya untuk mengidentifikasi hukum bacaan terlebih dahulu sebelum membaca Al Qur'an, jadi ayat yang mau dibaca itu ditandai dulu hukum bacaannya apa supaya tilawahnya lancar.

Terimakasih Cinta Qur'an Foundation, Cinta Qur'an Call yang sudah mendirikan lembaga dan layanan keren ini. Terlebih saat pandemi seperti ini, tentu ruhiyah kita juga perlu adanya 'percikan' kecil penyuci rohani dan jiwa salah satunya melalui tilawah disertai refleksi bacaan Al Qur'an, yang selalu terabaikan. Terimakasih khususnya Ustadzah Khansa yang sabar membimbing saya dan sabar dengan ketidakdisiplinan saya (maluuu...) 😄😄

Buat kalian yang mau ikut belajar tilawah untuk memperbaiki bacaan tajwid, bisa ikutan juga, silahkan langsung ke instagramnya @cintaqurancall yaa.. FREE. Oh iya postingan ini bersifat pengalaman pribadi dan sebagai informasi yah. Semoga bermanfaat dan semangat tilawah :)

Website Cinta Qur'an :
Cinta Qur'an Foundation
Cinta Qur'an Call

Jogja, 17 Juni 2021
Anggi

edit : Canva


Mengikuti Kelas Qur'an Journaling, membawa dampak pada diri saya untuk terus belajar dan mencari, pada akhirnya membawa pikiran saya untuk lebih mengenal diri saya sendiri, mulai dari peran saya saat ini yang semakin bertambah, menemukan passion hingga menyembuhkan luka dan melepaskan energi negatif dalam diri. Saya mencari beberapa buku di Ipusnas dan aku tertuju pada buku ini. 

Judul            : Emotional Healing Therapy
Penulis          : Irma Rahayu
Tahun Terbit  : 2013
ISBN            : 978-02-452-119-6
Jumlah hal.   : 204
Penerbit        : Grasindo
Rating           : 5/5

Blurb

Awas, jangan remehkan emosi! Tahukah Anda kalau emosi negatif bisa menjadi penyebab berbagai masalah dalam kehidupan, seperti gangguan fisik, termasuk penyakit kronis, hambatan finansial dan karier, masalah hubungan dengan pasangan dan orang terdekat, termasuk menghambat pencarian jodoh.

Emotional Healing Therapy merupakan terapi praktis untuk melepaskan emosi bawah sadar yang dapat membantu Anda menemukan tujuan hidup, memperoleh kesehatan fisik dan psikis, meraih hubungan yang menyenangkan dengan pasangan dan keluarga, menemukan jodoh yang tepat, mencapai karier yang diinginkan, serta menggapai kebebasan finansial. Baca buku ini, coba metodenya, dan langsung dapatkan hasil nyata dalam hidup Anda!

Review Buku

Buku ini ditulis oleh Irma Rahayu, Soul Healer dan Life Coach bagi kaum profesional. Nggak disangka, perjalanan hidupnya yang bahkan hingga menuju titik nol membawa ia kembali terangkat atas izin Allah membuat keyakinan beliau terhadap pertolongan Allah semakin besar. Dari pengalaman hidupnya itulah, beliau ingin berbagi cara kepada sesamanya untuk melepaskan stress, menghilangkan trauma, membereskan masalah keluarga, percintaan, karir, keuangan, bisnis sampai masalah reproduksi dan kehamilan, kemudian mencari akar dari penyakit fisik dengan metode psikologi dan spiritual yang tidak menyimpang dari ajaran agama apapun. Hingga saat ini beliau masih aktif menjadi fasilitator serta aktif berbagi tentang pandangannya bahkan kata-kata motivasi di instagramnya @irmasoulhealer.

Oh iya buku Emotional Healing ini sudah mengalami beberapa kali revisi dan terakhir adalah tahun 2016 dengan sampul baru warna ungu. Di ipusnas hanya ada dua jenis revisi buku Emotional Healing Therapy ini, tahun 2013 dan 2015. Meskipun begitu, tidak mengurangi kebermanfaatan dari buku ini.

sumber : ebooks.gramedia.com, edisi revisi 2016

Sedikit curhat ya... Sejak adanya pandemi tahun 2020 lalu dan sampai sekarang belum ada titik terang, membuat saya juga frustasi, depresi, dan overthinking. Sedikit-sedikit cemas, bawaannya tersinggung. Apalagi sekarang saya harus beradaptasi di lingkungan baru, dengan orang baru, kebiasaan baru yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Ditambah juga adanya pandangan merendahkan tentang statusku dan keluarga kecil saya bukan keluarga kaya raya. Sakit sekali haha. Then, saya mencoba membaca buku ini dan rasanya tuh baca buku ini seperti menemukan 'jalan' dari terowongan yang gelap. Banyak orang mengenal emosi itu hanya perasaan sedih dan marah, padahal lebih dari itu. Buku ini mengupas lebih dalam mengenai penyelarasan emosi melalui tips dan proses therapy, Emotional Healing Therapy, Mirror Therapy, dan Inner Child Therapy. 

Buku ini juga memaparkan mengenai lima sindrom emosi yang bisa berdampak pada fisik. Lima sindrom ini secara tidak sadar hinggap dan betah menemani di kehidupan kita. Lima sindrom itu ialah sindrom menangis, sindrom tanggung jawab, sindrom frustasi seksual atau perasaan bersalah,  sindrom perlawanan dan sindrom melarikan diri. Ada pula dijabarkan dalam kolom tentang penyelarasan penyakit dengan emosi. Dang! Saya sering sakit maag, dan itu ternyata adalah sebab akibat dari perasaan takut, cemas, serta tidak puas pada diri sendiri (melankolis detected) kwkwkk. 

Hal yang menarik perhatian saya dari buku ini adalah bab Warisan Emosi dari Orangtua, bahwa karakter dan emosi kita hari ini adalah buah pengasuhan dari orangtua. Tentu ingat dong pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Nah seperti itulah gambaran bahwa secara tidak langsung sebagai anak, kita meniru bahkan melakukan pola yang sama dengan orangtua. Lagi-lagi bab ini membuat saya intropeksi dan menyadari bahwa ternyata masih ada sisa-sisa "luka" yang terpendam dalam hati saya kepada orangtua saya. Ternyata mencoba denial itu tidak bagus karena rentan membuat luka itu terbuka kembali. 

Buku ini hadir satu paket dengan solusi bagaimana caranya menghadirkan emosi kita hingga bagaimana caranya memaafkan seseorang yang telah menyakiti hati kita secara sengaja maupun tidak. Kita bisa melakukan terapi sederhana dari tips yang ada di buku ini. Nggak instan memang, butuh pembiasaan diri dan niat dari dalam hati. Namun apabila emosi masih berlanjut hubungi mbak Irma-nya hehe. 

Bahasa yang disajikan buku ini sangat ringan bahkan dengan gaya penulisnya yang blak-blakan sedikit banyak "menampar" keras diri saya. Seperti saat mbak Irma dalam buku ini berkata pada salah satu kliennya yang mengeluh mengapa hidupnya banyak masalah, beliau bilang, "ya kan kamu manusia!", YA IYA SIH NGGAK SALAH JUGA KAN YA HAHAHAHA. Hal lain yang saya suka dari terapi mbak Irma ini adalah beliau mensinergikan dengan nilai-nilai agama yakni selalu minta pertolongan Maha Kuasa. Dalam tips terapi buku ini, beliau selalu menekankan "Sending Love" yaitu kirim doa kebaikan untuk mereka yang menyakiti kita. Kalau muslim bisa dengan Surat Al Fatihah. 

Buku ini ditutup dengan beberapa kisah nyata dari para alumni kelas Emotional Healing mbak Irma dan foto-foto para kliennya sebelum terapi dan setelah melakukan terapi ke mbak Irma. 

Akhir kata saya cuma mau bilang kalau butuh healing bisa baca buku mbak Irma ini. Ternyata beliau juga menulis buku healing lain lhoo, yang aku tau Soul Healing Therapy, Love Therapy, When You Love a Broken Soul dan Money Therapy. Sepertinya saya sendiri belum cukup puas kalau cuma baca buku mbak Irma satu kali apalagi secara online, lebih bagus beli buku fisik dan baca berkali-kali karena emang isinya "daging" bangeeeet. 

Terimakasih yang udah baca curhatan saya yang berkedok review buku, hehe

Jogja, Juni 2020
Anggi
Older Posts

Assalamualaikum


Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ

“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).


LET’S BE FRIENDS

Part of

Blogger Perempuan
1minggu1cerita

Labels

Family & Parenting Inspirasi Journaling Quran Journaling Review Buku Self Development Self Reflection

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • Juli (3)
  • Juni (5)
  • Mei (10)

Terimakasih

Mau Cari Apa?

Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Popular Posts

  • Kenalan Yuk Sama Komunitas Qur'an Journal Indonesia
  • About Me
  • Tentang Qur'an Journaling
  • Review Buku : Emotional Healing Therapy by Irma Rahayu
  • Review Buku : Musim Memohon (Mengambil Hikmah dari Filosofi Pohon)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

FOLLOW ME @anggi.octvn

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates