facebook instagram
  • Home
  • About
  • Kata Anggi
  • Shop

Journal Anggi

ikatlah ilmu dengan tulisan

edit : Canva


Mengikuti Kelas Qur'an Journaling, membawa dampak pada diri saya untuk terus belajar dan mencari, pada akhirnya membawa pikiran saya untuk lebih mengenal diri saya sendiri, mulai dari peran saya saat ini yang semakin bertambah, menemukan passion hingga menyembuhkan luka dan melepaskan energi negatif dalam diri. Saya mencari beberapa buku di Ipusnas dan aku tertuju pada buku ini. 

Judul            : Emotional Healing Therapy
Penulis          : Irma Rahayu
Tahun Terbit  : 2013
ISBN            : 978-02-452-119-6
Jumlah hal.   : 204
Penerbit        : Grasindo
Rating           : 5/5

Blurb

Awas, jangan remehkan emosi! Tahukah Anda kalau emosi negatif bisa menjadi penyebab berbagai masalah dalam kehidupan, seperti gangguan fisik, termasuk penyakit kronis, hambatan finansial dan karier, masalah hubungan dengan pasangan dan orang terdekat, termasuk menghambat pencarian jodoh.

Emotional Healing Therapy merupakan terapi praktis untuk melepaskan emosi bawah sadar yang dapat membantu Anda menemukan tujuan hidup, memperoleh kesehatan fisik dan psikis, meraih hubungan yang menyenangkan dengan pasangan dan keluarga, menemukan jodoh yang tepat, mencapai karier yang diinginkan, serta menggapai kebebasan finansial. Baca buku ini, coba metodenya, dan langsung dapatkan hasil nyata dalam hidup Anda!

Review Buku

Buku ini ditulis oleh Irma Rahayu, Soul Healer dan Life Coach bagi kaum profesional. Nggak disangka, perjalanan hidupnya yang bahkan hingga menuju titik nol membawa ia kembali terangkat atas izin Allah membuat keyakinan beliau terhadap pertolongan Allah semakin besar. Dari pengalaman hidupnya itulah, beliau ingin berbagi cara kepada sesamanya untuk melepaskan stress, menghilangkan trauma, membereskan masalah keluarga, percintaan, karir, keuangan, bisnis sampai masalah reproduksi dan kehamilan, kemudian mencari akar dari penyakit fisik dengan metode psikologi dan spiritual yang tidak menyimpang dari ajaran agama apapun. Hingga saat ini beliau masih aktif menjadi fasilitator serta aktif berbagi tentang pandangannya bahkan kata-kata motivasi di instagramnya @irmasoulhealer.

Oh iya buku Emotional Healing ini sudah mengalami beberapa kali revisi dan terakhir adalah tahun 2016 dengan sampul baru warna ungu. Di ipusnas hanya ada dua jenis revisi buku Emotional Healing Therapy ini, tahun 2013 dan 2015. Meskipun begitu, tidak mengurangi kebermanfaatan dari buku ini.

sumber : ebooks.gramedia.com, edisi revisi 2016

Sedikit curhat ya... Sejak adanya pandemi tahun 2020 lalu dan sampai sekarang belum ada titik terang, membuat saya juga frustasi, depresi, dan overthinking. Sedikit-sedikit cemas, bawaannya tersinggung. Apalagi sekarang saya harus beradaptasi di lingkungan baru, dengan orang baru, kebiasaan baru yang sangat jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Ditambah juga adanya pandangan merendahkan tentang statusku dan keluarga kecil saya bukan keluarga kaya raya. Sakit sekali haha. Then, saya mencoba membaca buku ini dan rasanya tuh baca buku ini seperti menemukan 'jalan' dari terowongan yang gelap. Banyak orang mengenal emosi itu hanya perasaan sedih dan marah, padahal lebih dari itu. Buku ini mengupas lebih dalam mengenai penyelarasan emosi melalui tips dan proses therapy, Emotional Healing Therapy, Mirror Therapy, dan Inner Child Therapy. 

Buku ini juga memaparkan mengenai lima sindrom emosi yang bisa berdampak pada fisik. Lima sindrom ini secara tidak sadar hinggap dan betah menemani di kehidupan kita. Lima sindrom itu ialah sindrom menangis, sindrom tanggung jawab, sindrom frustasi seksual atau perasaan bersalah,  sindrom perlawanan dan sindrom melarikan diri. Ada pula dijabarkan dalam kolom tentang penyelarasan penyakit dengan emosi. Dang! Saya sering sakit maag, dan itu ternyata adalah sebab akibat dari perasaan takut, cemas, serta tidak puas pada diri sendiri (melankolis detected) kwkwkk. 

Hal yang menarik perhatian saya dari buku ini adalah bab Warisan Emosi dari Orangtua, bahwa karakter dan emosi kita hari ini adalah buah pengasuhan dari orangtua. Tentu ingat dong pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Nah seperti itulah gambaran bahwa secara tidak langsung sebagai anak, kita meniru bahkan melakukan pola yang sama dengan orangtua. Lagi-lagi bab ini membuat saya intropeksi dan menyadari bahwa ternyata masih ada sisa-sisa "luka" yang terpendam dalam hati saya kepada orangtua saya. Ternyata mencoba denial itu tidak bagus karena rentan membuat luka itu terbuka kembali. 

Buku ini hadir satu paket dengan solusi bagaimana caranya menghadirkan emosi kita hingga bagaimana caranya memaafkan seseorang yang telah menyakiti hati kita secara sengaja maupun tidak. Kita bisa melakukan terapi sederhana dari tips yang ada di buku ini. Nggak instan memang, butuh pembiasaan diri dan niat dari dalam hati. Namun apabila emosi masih berlanjut hubungi mbak Irma-nya hehe. 

Bahasa yang disajikan buku ini sangat ringan bahkan dengan gaya penulisnya yang blak-blakan sedikit banyak "menampar" keras diri saya. Seperti saat mbak Irma dalam buku ini berkata pada salah satu kliennya yang mengeluh mengapa hidupnya banyak masalah, beliau bilang, "ya kan kamu manusia!", YA IYA SIH NGGAK SALAH JUGA KAN YA HAHAHAHA. Hal lain yang saya suka dari terapi mbak Irma ini adalah beliau mensinergikan dengan nilai-nilai agama yakni selalu minta pertolongan Maha Kuasa. Dalam tips terapi buku ini, beliau selalu menekankan "Sending Love" yaitu kirim doa kebaikan untuk mereka yang menyakiti kita. Kalau muslim bisa dengan Surat Al Fatihah. 

Buku ini ditutup dengan beberapa kisah nyata dari para alumni kelas Emotional Healing mbak Irma dan foto-foto para kliennya sebelum terapi dan setelah melakukan terapi ke mbak Irma. 

Akhir kata saya cuma mau bilang kalau butuh healing bisa baca buku mbak Irma ini. Ternyata beliau juga menulis buku healing lain lhoo, yang aku tau Soul Healing Therapy, Love Therapy, When You Love a Broken Soul dan Money Therapy. Sepertinya saya sendiri belum cukup puas kalau cuma baca buku mbak Irma satu kali apalagi secara online, lebih bagus beli buku fisik dan baca berkali-kali karena emang isinya "daging" bangeeeet. 

Terimakasih yang udah baca curhatan saya yang berkedok review buku, hehe

Jogja, Juni 2020
Anggi

 

edit by Canva

Judul            : Happy Women 
Penulis          : Maria Fenny
Genre           : Motivasi 
Tahun Terbit  : 2020
ISBN            : 9786020366368
Jumlah hal.   : 153
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama
Rating           : 5/5

Blurb

Apa arti kebahagiaan bagi wanita masa kini yang tampaknya senantiasa dituntut untuk serba bisa ? Bagaimana cara menemukan keseimbangan hidup di era modern yang serba cepat ini?

Sebagai wanita, kita diciptakan unik, khas dan berharga, dengan tujuan yang mulia oleh Sang Pencipta agar dapat mencapai potensi sejati kita. Happy Women hadir sebagai panduan bagi Anda untuk mentransformasikan hidup agar dipenuhi kebahagiaan. Di buku ini, Anda akan mempelajari cara berbahagia dengan :
  • Mengidentifikasi definisi kebahagiaan
  • Mengenali penghalang kebahagiaan
  • Menelusuri sumber kebahagiaan
  • Menciptakan kebahagiaan

Review

Buku ini ditulis oleh Maria Fenny, seorang ibu dari dua anak yang merupakan lulusan Fakultas Psikologi yang juga mempelajari hypnoteraphy dan neurolinguistik programming (NLP). Dalam biografinya, beliau juga seorang konselor dan terapis untuk anak, remaja, dan dewasa.

Saya membaca buku ini di Ipusnas dan rasanya buku ini ibarat 'berlian' yang saya temukan. Seperti dalam blurbnya, buku ini mengajarkan secara rinci bagaimana cara mengidentifikasi definisi kebahagiaan, mengenali penghalang kebahagiaan, menelusuri sumber kebahagiaan dan cara menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Buku ini menurut saya sangat relate dengan kehidupan masa kini yang selalu menilai kebahagiaan dari materi saja, padahal kebahagiaan itu ditemukan di dalam hati bahkan dapat ditemukan di sekitar kita walau hal kecil saja.

Dalam setiap bab penulis memberikan insight berupa rangkuman dari bahasan bab tersebut dan juga memberikan bahan refleksi kepada pembaca agar pembaca juga mengikuti saran dari penulis. Sungguh banyak 'highlight' yang digarisbawahi dalam buku ini apalagi cocok sekali untuk yang sedang insecure dalam keadaan saat ini. Rasanya membuat saya ingin membeli buku fisiknya. Bahasa yang digunakan buku ini memang agak baku seperti buku kuliah tapi lupakan itu karena kamu akan sangat merasa relate dengan setiap kata di buku ini.

sumber : pixabay

Kunci Kebahagiaan

12 Kunci Kebahagiaan by Maria Fenny 

  1. Hidup dengan semangat dan gembira, tersenyumlah
  2. Bersikap optimistis dan berpikir positif dalam setiap keadaan
  3. Bersyukur dengan keadaan saat ini, dengan apa yang sudah, dan belum dimiliki
  4. Hidup dekat dengan Sang Pencipta
  5. Hidup dengan sadar sepenuh-penuhnya
  6. Menemukan minat, kegiatan, dan pekerjaan yang disukai dan larut di dalamnya
  7. Menerima keadaan diri dan tidak membandingkan dengan siapapun
  8. Mempunyai tujuan hidup yang jelas dan bermakna
  9. Bebas dari rasa dendam dan sakit hati
  10. Hidup bersahabat dengan alam dan segala ciptaan Tuhan
  11. Hidup sederhana
  12. Dengan tulus hati, berbagi harta, ilmu dan keterampilan kepada orang-orang yang membutuhkan           
Apapun pilihan kita selama hidup, tetaplah menjadi manusia yang paling berbahagia. Mantapkan dirimu bahwa setiap hari kamu adalah wanita yang paling berbahagia hari ini, esok, seterusnya, sampai selamanya. Sebarkan kebahagiaanmu pada semua orang yang merupakan bagian dari perjalanan hidupmu di dunia ini -Maria Fenny-


Anggi
Jogja, Mei 2021 

 

edit by Canva

Judul            : Romantisisme Kalam Tuhan
Penulis          : Muhammad Nuchid
Genre           : Motivasi Islami
Tahun Terbit  : 2017
ISBN            : 9786020451251
Jumlah hal.   : 163
Penerbit        : Elex Media Komputindo
Rating           : 4/5

Blurb

Romantisisme Kalam Tuhan menghidangkan tentang kehidupan yang sejati dalam bermanusia, berumat, berhamba dengan sudut pandang cinta. Tingkatan yang oleh sementara ulama disebut-sebut sebagai pencapaian tertinggi dalam bertasawuf.

Banyak yang percaya-khususnya umat Islam- bahwa Islam adalah agama cinta dan mencintai kedamaian. Tapi tidak sedikit dari kalangan umat Islam sendiri yang memandang kitab sucinyya sebagai kitab suci keangkeran. Barangkali di dalamnya dirasa terlalu banyak aturan, perintah tentang peperangan, hingga pemaparan soal pedihnya siksaan.

Untuk memperkenalkan bahwa Islam adalah agama cinta dan kedamaian, tidak jarang para agamawan hanya memaparkan ayat-ayat yang berhubungan tentang pahala dan surga, kemudian seakan-akan menafikan persoalan lainnya. Padahal, Al Quran, dalam setiap kata bahkan hurufnya, adalah mata rantai yang tiada dapat terpisahkan. Jika yang demikian tetap dilanjutkan, maka akan berakibat sangat fatal. Bisa-bisa, orang hanya akan mengimani sebagian ayat dan mengingkari sebagian lainnya, karena dirasa tidak sesuai dengan fitrah.

Buku ini, hadir untuk menerangkan bahwa Al Qur'an dalam setiap pembahasannya, semuanya membahas tentang cinta. Banyaknya aturan, perintah perang, hingga pemaparan soal ancaman berikut siksaan adalah perwujudan dari cinta Tuhan. Selamat membaca!

Review

Saya membeli buku ini saat ada diskon besar-besaran Gramedia di Jogja City Mall beberapa waktu lalu. Hanya 10 ribu, tapi isi buku ini sangat worth it. Banyak uraian tentang cinta dalam perspektif Al Quran dijabarkan dengan sangat rinci di sini, mulai cinta Allah, cinta Rasulullah, cinta manusia hingga memaparkan cinta seorang hamba kepada Tuhan-Nya dan jalan menuju cinta-Nya. Saya semakin yakin bahwa Islam adalah agama damai setelah membaca buku ini. Dekat dengan Al Quran adalah sebuah keharusan agar semakin mencintai Allah walau harus jatuh bangun untuk mencapai-Nya. Bahasa yang disuguhkan sangat ringan, sangat menyentil dan menyentuh ruhiah saat membacanya. Bab yang sangat saya suka adalah bab tentang pernikahan yang sangat dalam. Buku ini bersifat universal, contoh ada bab tentang cinta anak. Penulis menjabarkan bahwa mengadakan tahlilan untuk orangtua yang tiada adalah sebuah bukti cinta anak pada orangtua. Berbeda dengan yang telah diketahui bahwa ada beberapa orang yang beranggapan bahwa tahlilan hanya sebuah tradisi saja. 

Favourite Quotes

Hal 45

Menikah adalah suatu kebaikan, tapi meraih ketenangan dalam pernikahan adalah kewajiban. Sebab apabila ketenangan tidak didapatkan, bukan saja kedua belah pihak yang akan menderita tapi juga anak-anaknya, bapak ibunya dan juga keluarga bahkan kerabatnya. Pernikahan adalah sesuatu yang mudah tapi menggapai ketenangan di dalamnya teramat susah.

Hal 47

Pernikahan adalah awal kebahagiaan. Kebahagiaan itu dapat diupayakan dengan adanya cinta. Cinta yang berdasar pada tanggung jawab. Saling memberi bukan saling meminta. Saling memahami bukan ingin dipahami.

Hidup ini tidak akan terlepas dari hukum timbal balik. Jika sesorang baik pada pasangannya, pasangannya juga akan digerakkan oleh Tuhan untuk berbuat baik padanya. Sabda Rasulullah, "Pertolongan Allah akan terus diberikan pada seorang hamba, selama seorang hamba bersedia menolong pada selainnya"

Hal 61

Tentang perkawinan, kita mengenal istilah akad nikah ('aqd an-nikah). Akad adalah ikatan. Nikah berarti penyatuan. Penyatuan fisik, penyatuan pikiran, penyatuan langkah dan penyatuan cita-cita. Jika terjadi sesuatu yang menyebabkan ikatan penyatuan tidak lagi dapat dilanjutkan, maka saat itu terjadilah talak (ath Thaalaq) yaitu pelepasan ikatan.

Hal 62

Ikatan pernikahan ada tiga : kenyamanan, cinta dan kasih sayang

Hal 66

Para istri, yang taat pada perintah Allah serta taat pada perintah suami selama bukan tentang pembangkangan kepada Allah, mereka memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya dalam hal kebaikan.

Hal 86

Tujuan persahabatan adalah naiknya derajat di sisi Allah.

Hal 87

Cintailah sahabatmu karena Alah.

Hal 101

Dalam sebuah majelis, Prof. Nazaruddin Umar pernah berkata bahwa cinta terhadap orangtua adalah sekolah terbaik sebagai latihan mencintai Tuhan. Sebab, pola cinta orangtua memiliki pola yang sama dengan cinta Tuhan. Jika orangtua adalah pemelihara, maka Tuhan adalah Maha Pemelihara.

Hal 116

Dunia adalah kebutuhan, maka letakkan ia di tangan. Jangan mencintai dan meletakkannya di hati.

Hal 122

Setidaknya ada tiga ilmu yang wajib dipelajari : Ilmu Tauhid, ilmu syariat dan ilmu akhlak.

Hal 125

Ilmu adalah binatang buruan dan tulisan adalah pengingatnya.

Jogja, Mei 2021
Anggi

 

edit by Canva

Judul            : Musim Memohon
Penulis          : Yuyun Nurqalam Ismail
Genre           : Motivasi Islami
Tahun Terbit  : 2016
ISBN            : 9786020298030
Jumlah hal.   : 144
Penerbit        : Elex Media Komputindo
Rating           : 4/5

Blurb 

Sehebat apapun kamu, setinggi apapun pangkatmu, kamu tidak akan pernah bisa melawan ketetapan. Seperti pohon yang tumbuh di satu musim dan mati di musim tertentu. Seperti ranting yang bisa patah, seperti daun yang pasti akan gugur, seperti buah yang pasti akan busuk dan seperti akar yang suatu saat akan menua. Itu semua ketetapan-Nya. Belajarlah pada semesta yang Dia titipkan.

Review

Pernah nggak sih terpikirkan bahwa kita manusia bisa belajar kehidupan dari sebatang pohon? Penulis di sini mampu membuat saya tertegun dengan pemikiran yang ia tuliskan tentang filosofi dari sebatang pohon, berawal dari akar, penciptaan buah, hingga ikhlasnya daun-daun yang jatuh dari sebatang pohon. Buku ini mengajak saya merenung dan benar-benar mengajak manusia belajar dari sebuah pohon. Pohon yang rindang mampu memberi banyak manfaat untuk manusia. Apalagi manusia yang diberi akal untuk berpikir, pastilah bisa memberi manfaat untuk yang lain walau hal kecil sekalipun. Banyak kata mutiara dan bermakna dalam di sini. Rasanya nggak cukup hanya dengan membaca singkat karena buku ini memang penuh dengan perenungan yang sangat dalam. Isi buku berwarna hijau nuansa pohon yang sangat menyejukkan mata. Bahasa yang digunakan sangat lugas namun sangat 'mengena' di hati. Saya sendiri hampir tidak menemukan kekurangan dalam buku ini.

Favorite Quotes

Hal 7
Teruslah muhasabah diri, merenungkan kembali sejauh mana perjalanan kita, melihat kembali manfaat dari perbuatan kita dan menengok kembali sejauh mana kontribusi terhadap diri sendiri dan orang lain. Tak mengapa jika manfaatnya kecil, tak mengapa jika itu sulit dijalani, tetapi pastikan bahwa tindakan itu bukanlah tindakan yang salah. Indikatornya adalah lihatlah dampaknya pada diri sendiri dan orang lain. Jangan jadikan diri sebagai budak-budak duniawi karena Allah menciptakan manusia sebaik-baiknya makhluk.

Hal 9
Akar dari semua kebaikan adalah Islam dan akar Islam adalah kalimat tauhid.

Hal 32
Jangan lemah hanya karena kamu menempuh jalan yang berbeda, ketika Allah menciptakan kesenangan dunia sebagai penggoda, tapi kamu lebih memilih diam dalam relung kamar. Hanya dengan mengingat-Nya dan mencari pahala sebanyak-banyaknya, ingatlah bahwa kamu sedang dijaga oleh-Nya. Allah menciptakan sesuatu dengan sempurna dan kejadian yang menimpa adalah kehendak-Nya yang akan menyempurnakanmu.

Hal 50
Ibarat sebuah pohon maka orangtua adalah sebaik-baik pohon yang bermanfaat.

Hal 61
Hijrahlah meski itu berat. Hijrahlah meski terseok. Hijrahlah meski itu harus berkali-kali.

Hal 72
Jangan sampai menanam bibit rusak demi ladang yang begitu besar.

Hal 87
Seperti pohon yang mati dan hidup, seorang manusia tidak akan meninggal dunia sebelum semua rezekinya habis dibagikan.

Jogja, Mei 2021
Anggi

Older Posts

Assalamualaikum


Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ

“Jagalah ilmu dengan menulis.” (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).


LET’S BE FRIENDS

Part of

Blogger Perempuan
1minggu1cerita

Labels

Family & Parenting Inspirasi Journaling Quran Journaling Review Buku Self Development Self Reflection

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • Juli (3)
  • Juni (5)
  • Mei (10)

Terimakasih

Mau Cari Apa?

Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

Popular Posts

  • Kenalan Yuk Sama Komunitas Qur'an Journal Indonesia
  • About Me
  • Tentang Qur'an Journaling
  • Review Buku : Emotional Healing Therapy by Irma Rahayu
  • Review Buku : Musim Memohon (Mengambil Hikmah dari Filosofi Pohon)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

FOLLOW ME @anggi.octvn

Created with by BeautyTemplates | Distributed by blogger templates