[QS At Taghabun 64 : 14] Hati-Hati, Ada 'Musuh' di Sekitarmu

by - Juli 05, 2021



Pernah kan kita mendengar cerita seperti ini. Ada yang orang tuanya alim ternyata anaknya berbuat maksiat. Ada yang istrinya istiqomah dalam ibadah tapi suaminya enggak. Ada yang anaknya ahli ibadah tapi orang tuanya murtad. Ada yang suaminya ibadahnya kenceng tapi istrinya malas sholat apalagi berangkat pengajian. Bahkan mungkin ada di antara keluarga kita yang kondisinya seperti itu. Jangan dinyinyirin yah genks. Kondisi seperti itu ternyata sudah tertuang dalam Al Qur'an, QS At Taghabun 64 : 14 lho..

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ مِنْ أَزْوَٰجِكُمْ وَأَوْلَٰدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَٱحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِن تَعْفُوا۟ وَتَصْفَحُوا۟ وَتَغْفِرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Ayat ini turun sebagai reaksi jawaban terhadap orang-orang yang nggak ikut berhijrah bersama Rasul. Ceritanya, ada di antara beberapa lelaki hijrah mengikuti Rasul tapi istri dan anaknya nggak mau ditinggalin. Mereka ngerasa berat ninggalin harta benda mereka di Makkah dan ngerasa nggak mampu menempuh perjalanan dari Makkah dan Madinah yang memang nggak ringan. Nah, orang-orang yang nggak hijrah itu menyalahkan istri dan anaknya karena mereka ngelihat teman-temannya dari perjalanan hijrah semakin bertambah ilmu dan akidahnya. Mereka kesel karena merasa sangat tertinggal jauh dari ilmu agama. Saking keselnya mereka sampai ingin memukul anak dan istrinya, maka turunlah ayat ini.

Kata "'aduw" berarti musuh ini bukan arti musuh sebenarnya yah, melainkan dari segi perbuatan yang menjadi penghalang dari jalan ketaatan beramal shalih, menjerumuskan pada perbuatan maksiat, perbuatan haram yang dilarang oleh agama. Pokoknya perbuatan yang melalaikan pasangan atau orang tuanya dari amal salih. Kenapa sih kok dibilang musuh? Karena tidak ada sesuatu yang lebih buruk selain upaya memisahkan seorang hamba dari ketaatan. Masya Allah...

'Musuh' di sini nggak cuma untuk anak dan istri yah, bisa juga suami atau anak. Kata azwaj dalam ayat ini mencakup kategori keduanya tanpa adanya bias gender sebagaimana terdapat dalam ayat manapun dengan susunan lafadz yang serupa.

Gimana ngadepinnya? Allah ngasih kita saran untuk tetap memaafkan mereka, tidak memarahi, tetap menyayangi, jangan bertindak kasar, jangan sebar aib pasangan atau anggota keluarga lain yang berbuat maksiat, jangan memenuhi semua keinginan yang membuat kita jauh dari Allah. Tetaplah saling menasihati dalam kebaikan. Intinya sabar dan tetap hati-hati. Sebaliknya kita juga jangan menjadi penghalang ketaatan pada anggota keluarga kita. Selalu berdoa pada Allah karena Dialah sebaik-baiknya petunjuk.

Tetap semangat ibadah dan tetap hati-hati yah :)

Wallahualam

Jogja, Juli 2021
Anggi

You May Also Like

0 komentar

Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Nanti saya kunjungin balik :)