Tentang Qur'an Journaling
![]() |
| edit by Canva |
Sejak akhir Februari 2021 saya tengah belajar Qur'an Journaling yang merupakan salah satu kegiatan baru saya. Sebenarnya Qur'an Journaling ini bukan hal baru. Bahkan muslim internasional sudah lama mempraktikkannya, sekitar 3-5 tahun lalu bahkan ada di blog mereka dan salah satu website inspiratif, Pinterest. Qur'an Journaling baru dikenal di Indonesia sekitar 2 tahun terakhir, terlebih saat pandemi tahun lalu, Qur'an Journaling menjadi salah satu hobi baru guna menambah kegiatan positif. Qur'an Journaling kini makin menjamur bak di musim penghujan, ditambah dengan berbagai komunitas yang membuka kelas online Qur'an Journaling.
Apa itu Quran Journaling
Saya juga salah satu member yang mengikuti kelas online Qur'an Journaling. Awalnya dari komunitas Namina Institute dengan founder mba Una, yang kedua dari QJ Malang yang dipelopori mba Fitri. Saya mencari informasi Qur'an Journaling dari instagram. Lalu apa sih Qur'an Journaling itu?
Simplenya, Qur'an Journaling adalah salah satu kegiatan menulis, mencatat, lalu merefleksikan tentang apa yang kita cari dan kita pikirkan serta kita rasakan saat mentadaburri (menghayati) Al Quran, diiringi dengan kreativitas yang membantu kita dalam menjelajahi makna Al Quran. Jadi, Qur'an Journaling adalah kegiatan di dalam mentadabburi Al Qur'an.
Mengapa Qur'an Journaling
Tentu jawabannya adalah itu perintah langsung dari Allah melalui ayat Al Qur'an dan Hadits sebagai berikut :
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`ân sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). [al-Baqarah/2:185].
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur`ân, ataukah hati mereka terkunci? [Muhammad/47:24].
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman.
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. [Shâd/38:29].
Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Masih dalam hadits riwayat Al-Bukhari dari Utsman bin Affan, tetapi dalam redaksi yang agak berbeda, disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Manfaat Qur'an Journaling
Banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan saat melakukan kegiatan Qur'an Journaling :
- Menjadikan ingin mempelajari makna ayat lebih dalam
- Menjadikan proses refleksi atau introspeksi diri.
- Dipertemukan dengan orang-orang yang belajar dan berusaha memahami Alquran juga.
- Menjadi sarana latihan untuk lebih bersabar karena proses handwriting.
- Berusaha mengamalkan isi Alquran sedikit demi sedikit.
- Mengikat kandungan makna ayat dengan tulisan.
- Bisa juga sebagai sarana art therapy dengan printilan tempelan atau seni gambar menjurnal.
- Al Qur'an sebagai self healing/obat/syifa, yang tertuang dalam Al Qur'an : “Dan kami turunkan Alquran sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS al-Isra [17]: 82)
Why I Start Qur'an Journaling
Jujur, adanya pandemi Covid-19 memang seperti mimpi buruk yang membubarkan semua impian manusia, termasuk saya. Tapi kalau kita mampu berpikir jernih, bahwa adanya pandemi ini merupakan teguran dari Illahi. Rasanya seperti Allah itu menyuruh kita untuk 'rehat' sejenak dari hiruk pikuk dunia, dari sifat ketamakan kita terhadap harta. Barangkali (seringkali mungkin), kita disibukkan dengan pekerjaan yang melelahkan dan semakin menjauh dari Allah dan Al Qur'an. Work from home, kepenatan luar biasa, bagi sayapun yang hanya seorang ibu rumah tangga juga merasakan rasanya terkungkung di rumah saja, tak ada tempat 'bernapas'. Lalu kepada siapa kita kembali? Tentunya kembali pada aturan Allah bukan? Alasan saya mulai menjurnal Al Qur'an di sela-sela iman saya yang sangat tipis, saya hanya mengharap ridho Allah barangkali ada satu kebaikan saya di sana. Sekaligus menjadi amal jariyah untuk anak saya. Kegiatan Qur'an Journaling ini menjadi salah satu kegiatan wajib saya saat ini, minimal satu minggu sekali saya belajar mentadaburri serta menuliskannya di catatan saya.
What I Feel
Sejak menjurnal Al Qur'an walau belum semua ayat, saya merasa takjub dengan keindahan isi Al Qur'an karena menambah pengetahuan saya contohnya adalah tentang tulang sulbi yang memiliki keistimewaan. Rasanya membuka akal dan pikiran saya bahwa memang Allah satu-satunya Yang Maha Kuasa. Saya juga pernah menangis sejadinya saat mentadabburi QS Adh Dhuha, Demi waktu dhuha, dan demi malam apabila telah gelap gulita, Rabbmu tidak akan pernah meninggalkanmu dan tidak pula membencimu...” (Adh Dhuha : 1-3). Masya Allah.... Maha Baik Allah...
Qur'an Journaling memang sebagai 'alarm' saya dalam menjalani kehidupan ini. Alhamdulillah, Qur'an sebagai obat benar-benar terasa sejak saya belajar menjurnal Al Qur'an. Biiznillah, semua atas izin dan bimbingan dari Allah. Semoga selalu istiqamah.
Jogja, 9 Mei 2021
sumber bacaan :
Materi QJ bunda Unda
https://sitbinainsani.sch.id/2017/07/15/keutamaan-belajar-dan-mengajarkan-al-quran/
https://almanhaj.or.id/9235-kewajiban-seorang-muslim-terhadap-alquran.html








2 komentar
halo kak Anggi,
BalasHapuswah seru nih kegiatan Al-qur'an journaling. aku pengen nyoba. jadi caranya kita baca terjemahan atau mereflekikan misal kita lagi ada kasus apa gitu terus coba cari ayat yang sesuai dengan kondisi kita dan mentadzaburi? aku auto kepo in Namina institute, hehehe
iya bisa jadi kalau mau gitu kak.. berawal dari masalah kita, lalu kita cari ayatnya yang berhubungan dengan masalah kita. Utamanya, mohon petunjuk sama Allah dulu biar dituntun jalannya... semoga Allah mudahkan yaa :)
HapusTerimakasih sudah meninggalkan komentar. Nanti saya kunjungin balik :)