Low Budget Journaling Supplies

by - Juni 27, 2021

 

Assalamualaikum,
Buat yang lagi bingung ngejournal dimulai dari mana, harus beli printilan estetik atau enggak, mungkin ini bisa jadi jawabannya.

Journaling is not only about fancy.

Kecuali buat kamu yang emang suka desain cute seperti yang ada di tiktok, dan kamu punya banyak waktu untuk itu.
Awalnya saya sendiri coba journaling dengan journal kit vintage yang super murah, tapi saya nggak punya kenyamanan dengan itu. Otak saya jadi overwhelmed karena lebih mikirin konsepnya daripada proses menulisnya 😂 Kan salah satu tujuan nulis adalah healing, nah ternyata otak saya nggak bisa dipaksa menggunakan sticker lucu-lucu (walau saya aslinya mau banget 😭) tapi otak saya malah jadi umup alias mendidih, ditambah waktu yang saya punya untuk kegiatan ini hanya sedikit karena kegiatan journaling ini saya lakukan sebelum atau sesudah saya beraktivitas domestik. Syukur aja deh kalau bangun subuh si anak belum bangun, kalau udah bangun ya udah buyar deh 😂

Jadi daripada saya pusing mikirnya, saya coba tulis di buku yang saya punya sebelumnya. Mikirnya lebih ke hemat aja sih, toh dalam Al Qur'an nggak boleh boros ya kan 😛 Berikut beberapa peralatan 'tempur' saya yang sangat minimalis :


DIY Notebook


Saya punya kertas samsons kraft untuk kirim paket, tapi sudah tidak saya gunakan lagi. Kemudian saya ingat kalau saya punya kertas bekas katalog lukisan kelas saya waktu jaman SMA. Iya, masih ada !! Dulu sekolah saya pernah mengadakan pameran lukisan siswa, tiap siswa diharuskan membuat katalog untuk para pengunjung dan saya mendapat bagian print 1 rim kertas. Lulus sekolahnya 2009, tapi kenangannya kertasnya tak pudarpun. Saya lupa nama kertasnya sih, lebih tebal dari Hvs tapi nggak setebal buffalo. Warnanya udah sedikit menguning karena memang 10 tahun lebih, malah kesannya jadi vintage. Berbekal tutorial Youtube, jadi deh DIY notebook ala saya.


Notebook ini saya isi dengan tulisan dari pikiran-pikiran saya. Saya suka menulis prosa dan puisi. Notebook ini tempat saya 'menumpahkan' puisi-puisi saya. Mungkin juga menjadi saksi bisu dari perasaan saya, eaaa.

Agenda Tahunan ex Perusahaan Ayah


Ayah saya dulu bekerja di perusahaan ini, dan mereka rutin memberikan agenda tahunan. Biasanya saya pakai untuk kuliah. Saya sudah nggak kuliah lagi dan agendanya masih ada, daripada disayang dieman ditimang, akhirnya saya pakai. Agenda ini agenda terakhir dari perusahaan ayah sebelum beliau pensiun. Nah, karena saya orangnya sangat sentimentil, saya nggak mau agenda ini dipakai nulis yang sia-sia. Jadi agenda ini saya pakai untuk Qur'an Journaling.


Ini pertama kali saya melakukan Qur'an journaling. Menjournal ala junk journal, dengan memanfaatkan sisa-sisa kertas yang ada. Kadang-kadang kertas struk belanja saya tempel di sini 😂

Binder A5


Binder ini awalnya saya beli karena ingin belajar menulis to do list. Tapi nggak terpakai karena anak saya saat itu masih batita, jadi masih nggak punya waktu luang untuk nge-set up bullet journal. Daripada nganggur, ya udah saya manfaatkan saja.


Binder ini saya isi dengan kertas dots A5 yang saya beli dekat rumah, murah cuma 6ribuan 😀 Saya menuliskan self healing dan self love journal di sini yang saya sebut Romantic Journal.

Binder B5


Binder B5 ini binder bekas kuliah saya 😂 Sampulnya saya hias dengan stiker favorit saya, Mas Hyun Bin dan Mbak Son Ye Jin couple kesayangan saya dan Day6 band korea favorit saya 😂 Mohon jangan judge saya yah, ini cuma polaroid biasa aja, aslinya saya nggak sebucin itu kok 😙. Saya mencatat review buku dan ilmu kajian yang saya dapat di binder ini. Don't judge book by its cover, sampulnya aja korea, isinya tetep bergizi 😁😁😁😁

Pulpen


Ini pulpen yang sering saya pakai untuk menjournal, kebanyakan warna hitam dan biru. Warna cokelat untuk menulis brain dump, karena warnanya nggak terlalu terang. Merk yang saya pakai Kokoro (biru dan cokelat) dan Kenko (hitam). Sebenarnya enak pakai Kokoro sih karena lebih empuk, dari harga emang agak lebih mahal Kokoro. Tapi karena Kokoro ini sulit didapat di toko daerah rumah saya jadi saya beralih ke Kenko. Pingin sih beli Kokoro set yang unyu dan set Sarasa vintage itu, tapi kembali lagi ke fungsinya ya kan.

Highlighter Pink

paling kanan ya

Highlighter ini murah, merk Vanco cuma 3ribuan. Beli warna pink soalnya saya suka pink 😂. Biasanya saya pakai highlighter untuk menandai yang penting, kadang juga untuk menghias aja kalau sempat.

Junk Paper


Junk paper ini beberapa adalah sisa dari journaling kit yang pernah saya beli dan kertas sisa lain yang saya temukan di antara guntingan-guntingan kertas anak saya 😂 Gambar bunga dan mawar putih itu adalah kartu pos yang belum sempat saya pakai. Saya dulu pernah bertukar kartu pos ke luar negeri tapi berhenti karena kendala perangko ke luar negeri semakin mahal, sehingga kartu pos saya masih banyak yang belum terpakai.

Kalau menurut saya journaling itu adalah sebuah proses. Ya ibarat lagi belajar. Bagi saya ilmu harus diikat dengan tulisan, entah belajar dari buku, kajian Youtube, webinar, dll. Nah salah satu cara asyik mencatat adalah dengan journaling dan berbagai art-nya yang sering kita lihat di Pinterest. Kembali lagi pada selera individu dan tujuannya. Bagi yang suka seni, seperti handlettering, sticker, scrapbooking atau lainnya sih silahkan. Tapi kalau yang nggak punya bakat di situ apalagi berbenturan dengan waktu ya udah skip aja, jadi minimalist journal aja 😂

Seiring berjalannya waktu, sekarang gaya penulisan journal saya lebih ke minimalist. Rasanya lebih lega di pikiran, lebih santai, ilmu lebih meresap di otak untuk saya 😁

Gimana, udah ada gambaran belum mau nulis di mana hihi..
Share yuk pengalamanmu dalam menjournal!
Semoga bermanfaat ya..

Wassalamualaikum..💜💜

Jogja, Juni 2021
Anggi

You May Also Like

2 komentar

  1. Jurnal para cewek emang selalu aestetik ya kak? Haha. Dulu pas masih SMA, jurnal saya cuma buku sisa yang gak kepake jadi buku pelajaran. Pas kuliah lebih parah, jurnalnya dari buku kecil yang biasa nyatet utang piutang. 😅

    Btw,kalimat, "Mohon jangan judge saya yah," bikin sedikit ketawa. Hehe. Pasti sering liat kpoers yang dibully gara" ngefans kpop idol. Tenang Kak, saya selaku wibu nanggung, gak akan ngejudge kok. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buku kecil untuk utang itu macam buku folio kah kak hahaha gpp sing penting ilmunya yah ..


      hahaha iya saya kpopers tau diri kwkwkk.... soalnya terasa loh apalagi sudah emak emak ya kan... padahal nonton drama korea itu ya buat hiburan diri aja pelepas lelah dan kepenatan dalam kegiatan domestik rumah tangga..

      Hapus

Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Nanti saya kunjungin balik :)