Memahami Bahasa Kasih Anak oleh Dr Aisah Dahlan, CHt

by - Juni 24, 2021

edit by Canva


Beberapa waktu lalu saya mengikuti kelas jurnal online Bunda Una tentang Romantic Journal. Dalam materi tersebut, sedikit dijelaskan bahwa salah satu cara memahami diri sendiri adalah dengan memahami bahasa kasih. Saya baru tau tentang bahasa kasih ini yang ternyata pernah dibahas di channel Youtube Dr. Aisah Dahlan, CHt bahkan beliau mengupas bahasa kasih ini mulai dari bahasa kasih kepada anak dan pasangan. Berikut saya rangkum sedikit tentang bahasa kasih anak dari Dr Aisah Dahlan, CHt.

Bahasa Kasih


Bahasa kasih adalah cara yang diungkapkan seseorang untuk mengungkapkan rasa kasih sayang dan cinta dalam dirinya kepada orang lain. 

Charge Bahasa Kasih


Ada 5 bahasa kasih yang kita punya :

  1. Kata pendukung/pujian --> tipe orang yang senang apabila mendapat ungkapan cinta atau pujian
  2. Waktu berkualitas bersama ---> tipe orang yang senang menghabiskan waktu bersama
  3. Sentuhan fisik ---> tipe orang yang mengartikan suatu hubungan dengan menunjukkan kasih sayang dengan cara sentuhan fisik misal mengusap kepala atau pelukan
  4. Pelayanan/melayani --> tipe orang yang senang apabila mendapatkan bantuan walau hanya bantuan kecil
  5. Menerima hadiah ---> tipe orang yang senang apabila seseorang memberikan sesuatu hal terhadapnya
ilustrasi gambar : https://psychology.binus.ac.id/


Ibarat Bahasa kasih adalah sebuah baterai, maka bahasa kasih ini bersifat harus diisi setiap hari. Apabila baterai ini tidak diisi dengan baik atau bahkan soak, maka akan menimbulkan penyimpangan perilaku yakni bahasa kasih yang terbalik. Bahasa kasih ini secara teori, menimbulkan rasa nyaman seseorang apabila berbanding lurus dengan baterai kasihnya. Bahasa kasih ini berhubungan dengan otak yang mengalir ke saraf. Bila baterai kasih diisi dengan tangki kasih yang pas, maka saraf-saraf mudah tergerak dengan baik.

Dalam hal ini kita membahas tentang bahasa kasih anak kan. Nah, jadi sederhananya, setiap anak itu punya baterai bahasa kasihnya sendiri, minimal punya dua bahasa kasih. Baterai bahasa kasih yang paling menonjol dan baterai kedua merupakan baterai cadangan. Baterai bahasa kasih ini harus diisi setiap hari. Jadi kita sebagai orangtua harus jeli memperhatikan bahasa kasih anak, demi rasa aman anak. Kalau tangki kasihnya nggak pas, anak akan merasa nggak nyaman sama orangtua, pada akhirnya akan menimbulkan penyimpangan perilaku.

Yuuk kita bahas satu-satu yah :

Baterai Kasih Bayi

Lima bahasa kasih untuk bayi hingga usia 3 tahun harus diisi setiap hari. Hadiah bisa diberikan dengan membuat makanan kesukaan anak. Nah, usia 3 tahun ke atas bisa dicari satu atau dua baterai untuk mengisi tangki kasihnya.

Baterai Anak dengan Kata-kata Pendukung atau Pujian

Kebiasaan :
Kebiasaan dari anak ini senang memuji, merayu orangtua dan mengapresiasi. Contoh sering mengucapkan terima kasih, rasa senang, baik  lisan maupun bahasa tubuh. 

Contoh :
Biasanya anak dengan tipe ini sering sekali memuji, "Mama cantik banget", atau selalu mengucapkan terimakasih tanpa disuruh.

Bahasa Kasih Terbalik :
Nah, apabila tangki bahasa kasih ini kosong, anak jarang bahkan nggak pernah dipuji orang tuanya, maka yang terjadi adalah anak suka mengejek orang lain. Sebabnya ialah kebiasaan buruk orang tua yang sering memarahi anak, padahal anak ingin mendapat pujian dan didukung.

Cara menasihati :
Orangtua perlu memberitahukan bahwa mengejek anak tidak baik tapi sampaikan dulu dengan kata-kata pendukung. Misal, Nak, ibu sayang kamu, kamu anak baik. Ibu senang kalau kamu menyayangi adek dan temanmu, ibu sedih kalau kamu mengejek adekmu atau temanmu.


Baterai Anak dengan Waktu Berkualitas 

Kebiasaan :
Kebiasaan anak yang sering tampak adalah anak suka mendampingi orangtuanya dalam melakukan sesuatu, misalnya ketika menonton Tv, merapikan barang atau membaca, si anak suka tiba-tiba 'nimbrung', ikut duduk di sebelah orangtua walau hanya duduk dan terkadang sesekali bertanya.

Contoh : 
Si anak suka mengerjakan sesuatu dengan bersama-sama

Bahasa Kasih Terbalik :
Apabila tangki kasih ini nggak diisi sama orangtua, anak akan senang menyendiri namun dengan hati penuh luka.

Cara menasihati :
Orangtua menemani si anak dulu kira-kira 15 menit lalu ajak anak berbicara dari hati ke hati. Lalu luangkan waktu dengan anak sambil melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama. Hindari memaksa anak untuk melakukan kegiatan, beri waktu tumbuh kemauan sendiri dari anak.

Baterai Anak dengan Sentuhan Fisik


Kebiasaan : 
Kebiasaan yang sering tampak adalah anak sering memeluk, mencium orangtua atau keluarga lainnya tanpa diminta.

Contoh :
Anak senang dipeluk, disayang, dicium, dielus kepala atau punggungnya.

Bahasa Kasih Terbalik :
Apabila baterai ini kosong, anak akan bersikap kasar, seperti suka mencubit, memukul, menggigit teman atau orang lain. 

Cara menasihati :
Apabila anak memukul, katakan bahwa orangtua tidak suka ia memukul temannya. Katakan sambil merangkul atau mengusap kepalanya. Ini akan membuat kebutuhan psikologisnya terpenuhi.

by Pixabay


Baterai Anak dengan Pelayanan


Kebiasaan :
Kebiasaan yang sering tampak adalah anak selalu sigap membantu orangtua.

Contoh :
Anak senang dilayani dan melayani. Anak senang apabila orangtua melayaninya tanpa diminta.

Bahasa Kasih Terbalik :
Apabila tangkinya tidak terpenuhi, maka anak tipe ini akan meminta dilayani namun dengan cara kasar, menjadi bossy dan sering membully temannya.

Cara menasihati :
Orangtua bisa membantunya tanpa diduga dan tanpa diminta. Misal katakan, "bunda senang bantuin kamu"

Baterai Anak dengan Menerima Hadiah


Kebiasaan :
Kebiasaan dari anak ini adalah senang memberi sesuatu walaupun buatan sendiri. Ia bisa menyimpang barang dengan sangat baik.

Contoh :
Anak ini senang diberi sesuatu. Ia ingin direspon hadiah pemberiannya dengan baik.

Bahasa Kasih Terbalik :
Anak dengan tipe ini akan menjadi pelit dan tidak suka berbagi apabila tangki bahasa kasihnya kosong.

Cara menasihati :
Orangtua bisa memberi hadiah untuk anak, misal katakan, "ibu sayang kamu, ini hadiah untukmu. Kamu lihat kan, setiap orang suka berbagi. Besok kalau ada teman yang meminjam barangmu, kamu kasih ya.."

Baterai Anak berdasarkan Tipe Kepribadian


Ada 4 kepribadian secara umum adalah plegmatis, melankolis, koleris, dan sanguinis. Kita juga bisa mendeteksi bahasa kasih ini dari tipe kepribadian tersebut. Menurut Dr. Aisah, berikut bahasa kasih berdasarkan tipe kepribadian :

Plegmatis ---> sentuhan fisik
Melankolis ---> waktu berkualitas
Koleris ---> Pelayanan
Sanguinis ---> Kata-kata pendukung

Bagaimana dengan bahasa kasih anak yang menerima hadiah? Hadiah ini menurut Dr Aisah, tidak spesifik di setiap watak.


Refleksi

Membahas bahasa kasih ini saya jadi ingat satu lirik lagu Ari Lasso berjudul Rahasia Perempuan, kira-kira gini lirik refff-nya, 

"..Sentuhlah dia tepat di hatinya, Dia 'kan jadi milikmu selamanya, Sentuh dengan setulus cinta, Buat hatinya terbang melayang..." 

Haha... Relate banget nggak sih? Kita bisa sentuh hati anak kita dengan bahasa kasih ini. Hal ini juga bisa menjadi refleksi kita sebagai orangtua, sudah jelikah kita dengan bahasa kasih anak kita dan mengisi tangki kasihnya? Jangan sampai perilaku anak jadi berbanding terbalik karena tangkinya nggak diisi pas. Misal nih, anak dengan bahasa kasih waktu berkualitas, tapi orangtua malah nggak mau ikut main sama anak, dideketin anak dikit malah sewot, nah ini malah jadi membuat anak malas dekat dan terbuka sama orangtua. Menurut Dr Aisah, kalau tangkinya nggak diisi penuh, nanti akan menumbuhkan luka yang biasa disebut dengan inner child.

Cara Saya Memahami Anak

Saya mengetahui kepribadian anak saya dari tes Stifin, hasilnya anak saya memiliki kepribadian Feeling Extrovert. Tipe ini memiliki kecerdasan Feeling yakni merujuk pada perasaan, dan pandai memahami orang lain. Tipe ini selalu butuh teman. Empatinya harus sering diasah agar semakin terlihat. Nah setelah saya mengetahui kepribadian anak saya, saya selalu menyentuh hatinya dengan cara memeluknya, mengatakan kata sayang, memahami perasaannya apabila ia badmood atau bahkan sedang happy. Semakin ia tumbuh besar, semakin terlihat bahwa baterai kasih anak saya adalah waktu berkualitas dan sentuhan fisik. Anak saya sering minta ditemani entah bermain, mandi dan aktivitas lainnya, setiap hari. Jadi, entah saya lagi rebahan dan anak saya minta main ya udah deh saya ngalah harus menemani dia bermain 😂 

So parents, memang menjadi orangtua itu harus banyak belajar yah.. Semoga kita selalu dimudahkan dalam mendidik anak. Anak adalah titipan-Nya, fitrahnya, apabila kita sudah dititipkan anak maka Allah mempercayai kita untuk menjaga amanah-Nya.

Video lengkap dari Dr Aisah Dahlan, CHt bisa dilihat di sini yah :



Jogja, 24 Juni 2021
Anggi

You May Also Like

3 komentar

  1. Wah Bun. Bermanfaat banget. Kadang kita suka gak sabaran menghadapi tingkah laku mereka yahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah, nggak sabaran karena kurang paham karakter anak. Kadang tuh ortu maunya A tapi anak maunya B hihii

      Hapus
  2. Masha Allah, tengkiu ya udah berbagi, saya pernah nih ikutan parenting di sekolah anak saya, pematerinya ibu Aisah Dahlan, sayang kok ya saya ketiduran hiks.
    Padahal bahasannya sangat menarik, dan biasanya saya tulis lalu ketika lagi marah, saya baca-baca lagi, dan lumayan bikin emosi reda.

    Harus lebih usaha memenuhi tangki cinta anak ya, biar anak jadi anak yang lebih manis :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Nanti saya kunjungin balik :)