Review Buku : Romantisisme Kalam Tuhan
![]() |
| edit by Canva |
Judul : Romantisisme Kalam Tuhan
Penulis : Muhammad Nuchid
Genre : Motivasi Islami
Tahun Terbit : 2017
ISBN : 9786020451251
Jumlah hal. : 163
Penerbit : Elex Media Komputindo
Rating : 4/5
Blurb
Romantisisme Kalam Tuhan menghidangkan tentang kehidupan yang sejati dalam bermanusia, berumat, berhamba dengan sudut pandang cinta. Tingkatan yang oleh sementara ulama disebut-sebut sebagai pencapaian tertinggi dalam bertasawuf.
Banyak yang percaya-khususnya umat Islam- bahwa Islam adalah agama cinta dan mencintai kedamaian. Tapi tidak sedikit dari kalangan umat Islam sendiri yang memandang kitab sucinyya sebagai kitab suci keangkeran. Barangkali di dalamnya dirasa terlalu banyak aturan, perintah tentang peperangan, hingga pemaparan soal pedihnya siksaan.
Untuk memperkenalkan bahwa Islam adalah agama cinta dan kedamaian, tidak jarang para agamawan hanya memaparkan ayat-ayat yang berhubungan tentang pahala dan surga, kemudian seakan-akan menafikan persoalan lainnya. Padahal, Al Quran, dalam setiap kata bahkan hurufnya, adalah mata rantai yang tiada dapat terpisahkan. Jika yang demikian tetap dilanjutkan, maka akan berakibat sangat fatal. Bisa-bisa, orang hanya akan mengimani sebagian ayat dan mengingkari sebagian lainnya, karena dirasa tidak sesuai dengan fitrah.
Buku ini, hadir untuk menerangkan bahwa Al Qur'an dalam setiap pembahasannya, semuanya membahas tentang cinta. Banyaknya aturan, perintah perang, hingga pemaparan soal ancaman berikut siksaan adalah perwujudan dari cinta Tuhan. Selamat membaca!
Review
Saya membeli buku ini saat ada diskon besar-besaran Gramedia di Jogja City Mall beberapa waktu lalu. Hanya 10 ribu, tapi isi buku ini sangat worth it. Banyak uraian tentang cinta dalam perspektif Al Quran dijabarkan dengan sangat rinci di sini, mulai cinta Allah, cinta Rasulullah, cinta manusia hingga memaparkan cinta seorang hamba kepada Tuhan-Nya dan jalan menuju cinta-Nya. Saya semakin yakin bahwa Islam adalah agama damai setelah membaca buku ini. Dekat dengan Al Quran adalah sebuah keharusan agar semakin mencintai Allah walau harus jatuh bangun untuk mencapai-Nya. Bahasa yang disuguhkan sangat ringan, sangat menyentil dan menyentuh ruhiah saat membacanya. Bab yang sangat saya suka adalah bab tentang pernikahan yang sangat dalam. Buku ini bersifat universal, contoh ada bab tentang cinta anak. Penulis menjabarkan bahwa mengadakan tahlilan untuk orangtua yang tiada adalah sebuah bukti cinta anak pada orangtua. Berbeda dengan yang telah diketahui bahwa ada beberapa orang yang beranggapan bahwa tahlilan hanya sebuah tradisi saja.
Favourite Quotes
Hal 45
Menikah adalah suatu kebaikan, tapi meraih ketenangan dalam pernikahan adalah kewajiban. Sebab apabila ketenangan tidak didapatkan, bukan saja kedua belah pihak yang akan menderita tapi juga anak-anaknya, bapak ibunya dan juga keluarga bahkan kerabatnya. Pernikahan adalah sesuatu yang mudah tapi menggapai ketenangan di dalamnya teramat susah.
Hal 47
Pernikahan adalah awal kebahagiaan. Kebahagiaan itu dapat diupayakan dengan adanya cinta. Cinta yang berdasar pada tanggung jawab. Saling memberi bukan saling meminta. Saling memahami bukan ingin dipahami.
Hidup ini tidak akan terlepas dari hukum timbal balik. Jika sesorang baik pada pasangannya, pasangannya juga akan digerakkan oleh Tuhan untuk berbuat baik padanya. Sabda Rasulullah, "Pertolongan Allah akan terus diberikan pada seorang hamba, selama seorang hamba bersedia menolong pada selainnya"
Hal 61
Tentang perkawinan, kita mengenal istilah akad nikah ('aqd an-nikah). Akad adalah ikatan. Nikah berarti penyatuan. Penyatuan fisik, penyatuan pikiran, penyatuan langkah dan penyatuan cita-cita. Jika terjadi sesuatu yang menyebabkan ikatan penyatuan tidak lagi dapat dilanjutkan, maka saat itu terjadilah talak (ath Thaalaq) yaitu pelepasan ikatan.
Hal 62
Ikatan pernikahan ada tiga : kenyamanan, cinta dan kasih sayang
Hal 66
Para istri, yang taat pada perintah Allah serta taat pada perintah suami selama bukan tentang pembangkangan kepada Allah, mereka memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya dalam hal kebaikan.
Hal 86
Tujuan persahabatan adalah naiknya derajat di sisi Allah.
Hal 87
Cintailah sahabatmu karena Alah.
Hal 101
Dalam sebuah majelis, Prof. Nazaruddin Umar pernah berkata bahwa cinta terhadap orangtua adalah sekolah terbaik sebagai latihan mencintai Tuhan. Sebab, pola cinta orangtua memiliki pola yang sama dengan cinta Tuhan. Jika orangtua adalah pemelihara, maka Tuhan adalah Maha Pemelihara.
Hal 116
Dunia adalah kebutuhan, maka letakkan ia di tangan. Jangan mencintai dan meletakkannya di hati.
Hal 122
Setidaknya ada tiga ilmu yang wajib dipelajari : Ilmu Tauhid, ilmu syariat dan ilmu akhlak.
Hal 125
Ilmu adalah binatang buruan dan tulisan adalah pengingatnya.
Jogja, Mei 2021
Anggi





0 komentar
Terimakasih sudah meninggalkan komentar. Nanti saya kunjungin balik :)